SELAMAT HARI RAYA NATAL 2011

"Damai di Bumi, Damai di Hati"

BEM FIKOM 2011/2012

Taat dan setia pada Tri Dharma Perguruan Tinggi

LDK Fikom

Latihan Dasar Kepemimpinan, sebuah proses awal dari langkah sang pemimpin.

LDK Fikom

Setiap individu tercipta sebagai seorang pemimpin.

Makrab Fikom

Satu dalam kebersamaan insan komunikasi

Makrab Fikom

Senyum Fikomers 2010.

Makrab Fikom

Life is a games

Communication Days 2010

Peserta Commdays 2010

Communication Days 2010

Praktisi PR: Makroen Sanjaya (Metro TV), Iskandar Tumbuan (Mandiri Bank), Ratu Maulia Ommaya (The Bodyshop Indonesia) bersama Ibu Nawiroh Vera dan Beryl Masdiary.

Communication Days 2010

Michael Gumelar (praktisi DKV), Wahyu Aditya (Animator), bersama Ibu Riyodina (dosen) dan Ibu Liza Dwi Ratna Dewi (Dekan FIKOM).

Communication Days 2010

Atmadji Sumarkidjo (Wartawan Senior), Herwin Krisbianto (Produser TV One), Medya Apriliansyah (dosen), dan Prabu Revolusi (News Anchor Metro TV).

Communication Days 2010

Organizer Communication Days 2010

Tampilkan postingan dengan label undangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label undangan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Mei 2011

[Undangan] Seminar Bahaya Laten Negara


Pesan terusan:

Pada tanggal 11 Maret 2011, KOMPAS memuat tulisan Rm. Franz Magnis-Suseno SJ, yang berjudul 45 Tahun Supersemar. Dalam tulisan itu, Rm. Magnis mengkritik Negara yang tidak melakukan upaya rekonsiliasi sama sekali terhadap keluarga-keluarga korban pembantaian oleh militer yang mengatasnamakan penumpasan gembong PKI (Partai Komunis Indonesia). Menurut Harry Tjan Silalahi, biasanya mayoritas yang mencoba memahai minoritas, tapi di Indonesia ini justru minoritas yang dipaksa untuk memahami mayoritas.

Berangkat dari tulisan tersebut, Senat Mahasiswa STF Driyarkara bekerjasama dengan tim Jurnal Driyarkara, bermaksud mengadakan seminar publik tentang Komunisme di Indonesia. Bagian dari tulisan tersebut yang perlu ditanggapi adalah sikap pemerintah saat itu yang melakukan pembiaran terhadap peristiwa pembantaian pengikut PKI. Tentu kami tidak bermaksud untuk membela komunisme, atau memperbaiki citra komunisme atau mengangkat jasa komunisme (Menurut Rm. Magnis hal itu amat sulit, karena bagaimanapun ideologi komunisme itu juga problematis. Ratusan juta orang juga mati akibat ulah para komunis itu). Yang perlu diupayakan adalah Rekonsiliasi dengan para korban. Di Indonesia, para komunis justru diteror oleh pemerintah (sementara di negara lain komunis yang menjadi teror). Mereka menjadi korban. Teror pemerintah itu masih ada sampai sekarang yaitu kurangnya pembelaan terhadap kaum minoritas ketika dominasi kelompok mayoritas menekan minoritas bahkan dengan kekerasan.

Maka, para pembicara yang dihadirkan akan mengupas peristiwa PKI 1965, tidak dari sisi historisitas, tetapi meninjau dan menggugat sikap pemerintah terhadap genosida tahun 1965 dan pembelaan pemerintah periode sekarang terhadap dominasi mayoritas dengan kekerasan.

Ada tiga pembicara yang diundang, yaitu 
  1. Baskara Tulus Wardaya SJ, 
  2. M. Imam Aziz, dan 
  3. I Gusti Agung Putri. 
Moderator seminar : I Gusti Agung Anom Astika.
Dan ditutup oleh Rm. Franz Magnis-Suseno SJ sebagai keynote speaker.

Seminar ini hanya akan diadakan satu sesi di auditorium STF pada 
hari Sabtu, 14 Mei 2011, pkl. 10.00-13.00.
(disediakan makan siang). tanpa biaya akomodasi. 
info lebih lanjut: http://www.driyarkara.ac.id/

blog-indonesia.com

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More