1. Bayu Setiadi (Ketua BPM-F)
Praktisi PR: Makroen Sanjaya (Metro TV), Iskandar Tumbuan (Mandiri Bank), Ratu Maulia Ommaya (The Bodyshop Indonesia) bersama Ibu Nawiroh Vera dan Beryl Masdiary.
Michael Gumelar (praktisi DKV), Wahyu Aditya (Animator), bersama Ibu Riyodina (dosen) dan Ibu Liza Dwi Ratna Dewi (Dekan FIKOM).
Atmadji Sumarkidjo (Wartawan Senior), Herwin Krisbianto (Produser TV One), Medya Apriliansyah (dosen), dan Prabu Revolusi (News Anchor Metro TV).
HIMAKOM Univ. Budi Luhur present:COMMDAYS 2010"Out of The Box Communication"23 s/d 25 November 2010
A. SEMINAR
* P.R:
"Strategic Media Relatons for PR Practicioner"
pembicara:
- Iskandar Tumbuan (kepala media relations Bank Mandiri)
- Makroen Sanjaya (wakil pemred Metro TV)
- Ratu Maulia Ommaya (PR manager the Boddy Shop Indonesia)
* Visual Communication - Advertising:
"Creative and Effective Visual Communication"
pembicara:
- Michael Gumelar (praktisi DKV)
- Wahyu aditya (Founder of Hello Motion Academy)
* Broadcast Journalism:
"Behind The Scenes Creative TV Program"
penbicara:
- Prabu Revolusi (News anchor Metro TV)
- Herwin Krisbianto (Produser 'kabar plus-plus' TV ONE)
PRICE:
per seminar Rp. 20.000,-
paket (3xseminar) Rp. 50.000,-
B. BAZAR
Concept Magz, Loony store, HopHop, Xon Ce, dll
C. HIBURAN
Dancing ALAska, Buguyaga, Indo Beat Box, Sunday 69, KMM Univ.Budi Luhur, dll
D. Pemutaran Film dari Komunitas 2 Siang
E. Lomba Public Speaking dari Radio Budi Luhur
F. Pameran Foto
bukan sekedar hari biasa tetapi hari komunikasi
CP:
frisco: 085697826833
syarifah: 08568202658
bayu: 08989717422
![]() |
Merdeka selama 65 tahun, tetapi belum Merdesa.cuplikan tersebut adalah salah satu pidato yang disampaikan oleh Pandji Pragiwaksono, saat peringatan hari kemerdekaan kemarin dalam sebuah situs platform upacara bendera virtual, Ya, dunia teknologi dan multimedia telah menembus batas logika hingga upacara bendera pun kini dapat dilaksanakan secara virtual. penasaran? silahkan klik disini.
Ini salah satu masalah kita. Yang menjadikan kita susah untuk benar-benar bangkit.
Kita punya mental majikan.
Perhatikan aja rumah para "middle class" Indonesia, rata rata sudah punya pembantu.
pengaruhnya apa?
pengaruh tersebut menjadikan kita terbiasa untuk menyuruh memberesin rumah kalau liat rumah kita berantakan, atau kalau ingin sesuatu. Padahal yg berantakin kemungkinan kita sendiri
Dan padahal bikin kopi juga bisa sendiri.
Dengan alasan "Kan gue gaji untuk bantu bantu?" mereka memilih untuk duduk tenang sambil nonton TV sambil nunjuk2 "Beresin itu dong, ambilin air es dong"
Padahal, kalau hal hal seperti itu kita bisa lakukan sendiri, pembantu jadi lebih fokus tenaganya untuk melakukan hal hal lain yang mungkin "lebih males" untuk kita lakukan seperti nyuci baju dan setrika atau entahlah apa.
Sama keadaannya dengan para pemuda Indonesia Dengan alasan "Pemerintah dan DPR kan digaji pake uang pajak dari gue.." akhirnya pemuda lebih seneng nyuruh-nyuruh Pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan, menurunkan biaya sekolah biar yang tidak mampu bisa sekolah, memberikan fasilitas kesehatan berkualitas dan gratis untuk masyarakat yang tidak mampu. Padahal, kita bisa lakukan sendiri.
Mereka juga melakukan perubahan, KITA juga.
Ada 2 jenis pemuda di dunia. Mereka yang menuntut perubahan, dan menciptakan perubahan. Dua duanya harus ada. Nah sekarang, liat lingkungan kalian. Sudahkah ada keduanya? Kalau belum, maka ada yang salah dengan lingkungan tersebut.
Salah, karena kalau pemuda cuma bisa menuntut doang, itu pertanda bahwa mereka punya mental majikan. Kalau ditanya, apa masalah terbesar di Indonesia, umumnya menjawab kemiskinan dan korupsi.
Kalau memang kemiskinan adalah masalah kita, mengapa anda tidak pernah melakukan apa apa untuk menghapus kemiskinan?
Apa yang pernah anda lakukan untuk menurunkan 8 poin Millenium Development Goals? Taukah anda apa itu MDG? Mungkin usaha menurunkan angka kemiskinan bisa dimulai dari situ.
Lalu taukah kenapa korupsi merajalela?
Salah satunya adalah karena kita biarkan mereka terjadi dengan ketidak pedulian kita terhadap politik. Kita dengan acuh berkata bahwa kita benci politik. Karena politik itu busuk.
Apa hasilnya?
Kebencian kita terhadap politik membuat kita tidak peduli, tidak mengerti dan tidak tahu. Padahal pada Pemilu kita berbondong bondong untuk nyontreng, tidak dilengkapi dengan pemahaman politik yang benar. Korupsi dilakukan oleh orang orang tidak benar yang duduk di jabatan yg memungkinkan untuk korupsi. Jangan biarkan mereka duduk disana.
Pilihlah pemimpin kita dengan benar. Berpolitiklah.
Gunakan kekuatan kita. Gunakan suara kita. Gunakan dengan baik dan benar dan bijak.
Negara kita masih muda, jangan berkelakuan seakan mengubah Indonesia sudah terlambat. karena Indonesia, akan ada untuk selamanya. Merdeka.
Source from: http://www.indonesiaoptimis.org/
ketika kita memiliki musuh, sangat disayangkan bila kita justru menjauhinya. kita sendiri seakan-akan melakukan hal yang sia-sia dan tak ada untungnya. hanya akan menambah penat pikiran dan dosa yang merugikan kita sendiri :)